Benci Jadi Cinta

Sudah menjadi kebiasaan di keluarga kami bahwa yang disuguhkan setiap pagi adalah apple tea. Abi sebagai menantu baru tidak terbiasa dengan hal itu, dia terbiasa meminum kopi. Ketika bujangan hanya sesekali saja dia meminum teh. Namun karena dia menantu baru dan tinggalnya masih menumpang di rumah mertua, jadi tidak ada pilihan lain selain mengikuti kebiasaan tersebut.

 

Awalnya dia bilang kalau dia tidak suka dengan teh rasa apel itu. Dia bilang rasanya seperti minum parfum karena rasanya begitu harum. Tapi di depan orang tua saya dia tetap berlaku sebagai menantu yang baik dan mengatakan bahwa apple tea itu sungguh nikmat rasanya. Bahwa dia baru kali ini merasakannya dan begitu menyukainya.

 

Seminggu pertama dia masih berpura-pura dan di belakang itu mengeluh pada saya. Saya bilang padanya kalau memang dia ingin minum kopi di pagi hari maka kita harus pindah rumah ke rumah sendiri. Karena hal itu sudah menjadi ritual pagi hari di rumah ini. Setelah itu dia berhenti mengeluh. Minggu kedua berlalu, dan kemudian berselang satu bulan. Abi bilang pada saya kalau kita tidak usah pindah rumah, karena sejak itu dia katakan dia mulai menyukai minuman teh rasa apel tersebut.

 

Sebagai istrinya saya tahu dia tidak berbohong. Dia memang mulai menyukai minuman yang biasa disuguhkan pada setiap paginya di rumah ini. Walaupun begitu saya tetap menggodanya. Saya bilang padanya bahwa hal itu semata karena dia belum sanggup membeli rumah sendiri. Tapi tidak dia bilang, jika nanti kita pindah rumah pun setiap paginya dia tidak ingin meminum kopi lagi dan hanya ingin disediakan teh yang rasanya seperti yang ada di rumah ini.

Tinggalkan Komentar Anda di Sini