Bukan Flu Biasa

Padahal ibu saya sudah mengingatkan bahwa flu saya kali ini bisa jadi gejala tipes dan bukan hanya flu biasa. Saya yang memang pada dasarnya keras kepala dan suka membandel ini hanya menganggap flu dan sakit kepala yang saya derita selama tiga hari belakangan adalah influenza biasa. Saya bahkan tidak mengkonsumsi obat yang ibu saya sarankan dan mengelak dengan alasan kurang olahraga. Bukan tanpa alasan saya memberi jawaban demikian, selama ini setiap saya kena flu penyebabnya pasti karena saya kurang berolahraga. Dan setelah sedikit menggerakkan badan di gym, flu dan sakit kepala saya pasti hilang bersama keringat. Namun pengobatan melalui olahraga yang telah saya terapkan setiap saya diserang flu selama bertahun-tahun ini salah juga setelah memeriksakan diri ke dokter pagi tadi.

Awalnya saya menolak tapi karena terpaksa akhirnya saya menyerah dan terkejut karena ternyata saya terkena gejala tipes. Dokter yang memeriksa saya mengatakan kalau saya terlambat beberapa saat saja, tipesnya bisa parah dan obatnya semakin berat. Saya memang tetap harus dirawat inap namun karena ini baru gejala, tidak ada penanganan serius yang harus saya jalani untuk sembuh. Untunglah ibu saya tidak menyerah untuk mengingatkan soal kemungkinan saya menderita penyakit yang lebih parah dibandingkan dengan influenza biasa. Kalau saya tetap bersikukuh mengobatinya dengan berolahraga, tipesnya bisa-bisa bukan hanya gejala dan entah apa yang terjadi pada tubuh saya kalau tidak dirawat tepat pada waktunya.

Tinggalkan Komentar Anda di Sini