2 Tahun lalu, Kanim Kelas 1 Banjarmasin

31 Desember 2009, kulangkahkan kaki dengan tegap meninggalkan Kantor Imigrasi Kelas 1 Banjarmasin, tempat yang jadi pengabdianku selama 1,5 Tahun. Sejuta kenangan telah kutinggalkan, ditempat yang penuh hiruk pikuk ribuan orang datang silih berganti, Arab, singapure, malaysia, Australia, kata-kata yang sering aku dengar dari mereka yang membuat passport disana.
Cerita berawal dari tanggal 21 Juli 2008, selepas mendarat di Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru 2 hari sebelumnya, ak masuk ke Kanim ini. Kuperkenalkan diri sebagai Karyawan PT. BHP yang akan jadi IT Support di Kanim ini pada Kepala Bagian Tata Usahanya, sebelum akhirnya aku dibawa menghadap ke Kepala kantor Imigrasinya. Semuanya bermula dari sana, hingga aku menyelesaikan tugas untuk pergantian sistem pada penerbitan Surat Perjalanan Republik Indonesia (SPRI/passport) walaupun ketika system lama di-cut off pada tanggal 26 Juli 2008, aku harus jungkir balik bersama 60 Kanim lain se-Indonesia yang terkena giliran pertama implementasi sistem baru itu. Menang, pilihan Direktorat Jenderal Imigrasi yang dengan terpaksa meng-cut over sistem lama, tanpa Pararel Run atau Phase In Convertion membuat pelayanan pasport sempat terganggu selama hampir 1 minggu.
Tapi itu semua sudah berlalu, kini mereka telah mandiri, aku senang dengan kegigihan Pegawai Imigrasi yang tidak bosan-bosannya belajar dan berusaha memahami sistem baru itu, dan ketika 31 Desember 2009 aku keluar dan menyelesaikan tugas itu, mereka dengan tenang dan yakin, mampu menjalankan sistem itu sendiri. Ketika kini Kanim Banjarmasin akan pindah ke Kantor baru di banjarbaru, ku harap kesalahan lama itu jangan terulang. Gunakan Pararel Run atau Phase In Convertion, biar gak kena gangguan sama seperti 2008 atau Garuda Indonesia pada November 2010 lalu. Hidup imigrasi, Bhumi Pura Wira Wibhawa.

4 Comments

Leave a Reply

Tinggalkan Komentar Anda di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.