Bagaimana Kualitas Mobil Buatan China? Ini Dia Alasan Kenapa Mobil Cina Tak Pantas Diremehkan Lagi

Bagaimana Kualitas Mobil Buatan China? Ini Dia Alasan Kenapa Mobil Cina Tak Pantas Diremehkan Lagi

Sebenarnya tak hanya mobil, produk buatan China lainnya sering dianggap rendah di mata dunia, tak terkecuali di Indonesia. Bahkan, masuknya Mobil Wuling ke Indonesia tahun 2015 lalu pun sempat disambut dengan tanda tanya besar. Padahal kenyataannya, hingga sekarang ini peminat dari Mobil Wuling mengalami peningkatan yang pesat. Entah karena harga Mobil Wuling terjangkau atau karena kualitas mobil buatan China ini memang benar-benar bagus.

Perkembangan Mobil Buatan China di Indonesia

Bagaimana kualitas mobil buatan China? Hal tersebut masih menjadi perdebatan hingga sekarang. Namun terlepas dari hal tersebut, sejak masuknya mobil buatan China 115 tahun lalu melalui Sanghasi, memang di tahun 1920-an hanya terdapat 7.000 unit mobil saja yang lalu lalang di Jalanan Indonesia, dan itu pun kebanyakan hanya dimiliki orang asing di Indonesia.

Namun hal tersebut berbanding terbalik, di tahun 2016 saja, populasi mobil buatan China telah melejit dengan sangat pesat. Hal ini dibuktikan jika Anda melihat beberapa lahan parkir di Indonesia, tak kurang dari 5 unit, pasti Anda menemukan mobil produksi China.

Perkembangan pesat dari populasi mobil buatan China ini tentu tak terpisahkan dari perkembangan industri otomotif oleh Negeri Tirai Bambu ini sendiri. Dan seperti yang telah diketahui, bahwa China bukan “anak kemarin sore” lagi dalam hal pembuatan mobil, karena pembangunan industri mobil yang dilakukan China sendiri telah berlangsung sejak 60 tahun lalu.

Bahkan studi baru yang dilakukan oleh J.D. Power 2016 China Initial Quality Study, mengungkapkan bahwa masalah yang terjadi pada mobil buatan China telah membaik dari tahun ke tahun. Hal ini terbukti di tahun 2016 saja, hanya terdapat 102 masalah saja dari sejumlah 100 kendaraan.

Kualitas mobil buatan China ini tentunya jauh lebih baik dari pada tahun 2009 silam, yang memang rata-rata terdapat 178 masalah dari sejumlah 100 kendaraan dan di tahun 2008 bahkan terjadi 207 masalah dari 100 kendaraan.

Membaiknya kualitas mobil buatan China ini tentunya merupakan ambisi dari pemerintah China yang ingin menguasai segmentasi bursa penjualan mobil di pasar global, sehingga ini harus menjadi alarm keras untuk pabrikan mobil di seluruh dunia. Bahkan menurut Wall Street Journal dengan karyanya berjudul “ China Looks to Export Auto Overcapacity on Slow-Growth World” yang dirilis awal bulan Mei 2017 silam, mengingatkan tentang bahaya terhadap serbuan mobil buatan China.

Hal tersebut karena memang China telah menargetkan akan memproduksi 30 juta unit mobil per tahunnya, dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, bahkan bisa mencapai 35 juta unit mobil di tahun 2025 mendatang.

Bagaimana Eksistensi Mobil Buatan China di Indonesia Saat Ini?

Sisa kue di segmentasi bursa mobil yang dilahap oleh pemain global besar seperti Hyundai, Toyota, Volkswagen, Mitsubishi dan General Motors (GM), dimana perusahaan global tersebut ternyata melakukan joint dengan beberapa perusahaan lokal asal China.

Misalnya SAIC Motor Corporation yang merupakan satu dari empat produsen mobil terbesar mobil di Cina yang melakukan kerja sama dengan GM sejak tahun 2002. Dan di tahun 2015 lalu tepatnya bulan Agustus, Wuling Automobile Company juga membangun SGMW yang memang merupakan induk dari Wuling Motors.

Tak sampai di situ saja, bahkan Wuling juga masuk ke Indonesia dengan berinvestasi sebesar $700 juta guna memfasilitasi produksi pabrik mobil. Ya meski kehadiran Wuling ini tak lepas dari nada-nada miring yang beredar.

Terlepas dari hal tersebut, tentang kualitas mobil buatan China, seakan Menteri Perindustrian MS Hidayat hanya melihat dengan sebelah mata saja. Dimana ia hanya merespons peluang mobil China yang melawan mobil buatan Jepang, hanya akan bertarung dalam jilid dua mobil menggantikan era Chery dan Geely yang memang telah kandas satu dekade silam.

Bagaimana Kelanjutannya?

Harga Wuling yang memang terjangkau dengan spesifikasinya yang apik, mampu menggaet berbagai tingkat konsumen di pasar luas, sehingga ada kemungkinan China bisa membuktikan, bahwa mereka mampu menjadi kuda hitam di tengah deretan mobil Jepang di berbagai belahan dunia.

Hal ini sesuai dengan pengalaman panjang yang dialami oleh industri otomotif China serta perbaikan kualitas dari berbagai tipe mobil, yang memang mengeluarkan modal tak sedikit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.