Campaign Kontroversial Nike Bersama Colin Kaepernick Justru Naikkan Penjualan Sebesar 31%

Campaign Kontroversial Nike Bersama Colin Kaepernick Justru Naikkan Penjualan Sebesar 31%

Belum lama ini Nike merilis kampanye ‘Just Do It’ yang sudah berusia 30 tahun. Kampanye ‘Just Do It’ sendiri adalah kampanye yang dibuat oleh perusahaan pada tahun 1988, alasan dibalik pembuatan kampanye ini karena pada saat itu Nike sempat goyah akibat persaingan dagang yang ada di pasaran. Apalagi pada saat itu, Reebok sukses mencuri perhatian para pecinta sports equipment. Dengan investasi yang cukup besar pada kampanye ini, ternyata kampanye ini sukses dan diterima oleh masyarakat, penjualan meningkat dan dijadikan sebagai medium aktivisme.

Nike menggaet Colin Kaepernick dalam campaign ‘Just Do It’ terbaru. Mantan quarterback klub NFL San Francisco 49ers telah menjadi bahasan hangat beberapa waktu belakangan ini. Munculnya Kaepernick dalam iklan Nike ternyata menimbulkan kontroversi di sosial media dan kehidupan nyata. Di Twitter sendiri, tagar seruan untuk memboikot Nike (#NikeBoycott) sempat menjadi trending topic, begitu juga pada sosial media lainnya yang menjadi bahan perbincangan. Kaepernick dikenal sebagai atlet kontroversial, pada tahun 2016 Ia melakukan aksi protes dengan berlutut dan menolak berdiri saat lagu kebangsaan AS diputar karena ketidakadilan rasial dan brutalnya para aparat kepolisian di Amerika Serikat atas kasus pembunuhan warga Afrika-Amerika dan beberapa isu serupa.

Dilansir dari Daily Mail, para konsumen Nike membuat gerakan boikot terhadap brand asal Oregon, AS. Mereka membakar sepatu dan baju Nike yang mereka punya dan mengunggah video tersebut pada sosial media yang mereka miliki dengan tagar #NikeBoycott. Konsumen yang membakar sepatu dan baju Nike ini kebanyakan memang yang pro pada Presiden Donald Trump. Setelah iklan tersebut rilis pada tanggal 3 September 2018, Presiden Trump sudah memberikan pernyataan bahwa Ia tidak suka dengan keputusan Nike menunjuk Colin sebagai pemilihan wajah figur inspiratif dari kampanye ‘Just Do It’ tersebut.

Bukannya memperoleh kerugian karena kampanye tersebut terbukti kontroversial, Nike dikabarkan meraup pendapatan senilai $43 juta USD atau sekitar Rp 642 miliar dari eksposur media setelah iklan terbarunya dirilis hanya dalam waktu 24 jam. Tidak berhenti sampai disitu, Nike dilaporkan mengalami kenaikkan penjualan sebesar 31% dalam penjualan online, naik sekitar 17% dari pencapaian tahun lalu. Menurut analisis dari Apex Marketing Group, sebagian besar eksposur media ini bersifat netral dan positif untuk Nike. Eksposur media telah menerima dukungan dari sejumlah nama besar, NFL mendukung kampanye ‘Just Do It’ yang telah berlangsung selama 30 tahun.

Atlet tenis Serena Williams dan basket LeBron James juga secara terbuka menyuarakan dukungan mereka terhadap kampanye ini. Meskipun saham Nike sempat turun sekitar 3% saat pertama kali pihak Nike mengumumkan Colin Kaepernick sebagai wajah dari kampanye mereka, tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap hasil penjualan Nike. Malah sebaliknya, brand asal Amerika ini meraup pendapatan lebih. Sementara itu, Nike menjelaskan bahwa pemilihan Colin dalam kampanye tersebut karena dianggap menjadi figur inspiratif. Pihak brand ingin menginspirasi orang lain yang dibawa oleh Kaepernick kepada generasi atlet-atlet muda lainnya.

Mantan atlet NFL ini juga sempat mendapatkan penghargaan dari Amnesty Internasional. Penghargaan ini secara resmi digelar pada sebuah upacara di Amsterdam – Belanda, 21 April 2018, bertepatan dengan peringatan 50 tahun Amnesty Internasional. Sekretaris Jendral Amnesty Internasional, Salil Shetty memberi pernyataan bahwa Colin patut diberikan penghargaan atas semangat aktivisme, serta keberanian luar biasa atas penolakannya dalam mengabaikan diskriminasi rasial. Colin memilih melakukan sebuah tindakan dan mampu menginspirasi meski resiko karir profesional dan pribadi jadi taruhannya. Beliau juga menambahkan saat orang-orang dengan profil tinggi (Colin) memilih untuk membela hak asasi manusia, dapat memberi semangat dalam perjuangan mereka melawan ketidakadilan, komitmen Colin sangat luar biasa karena telah berani mengambil resiko dari orang-orang yang berkuasa.

– Colin Kaepernick, “This is an award that I share with all of the countless people throughout the world combating the human rights violations of police officers and their uses of oppressive and excessive force”

Artikel ini dipersembahkan oleh : Bobobobo

Tinggalkan Komentar Anda di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.