Cara Membeli Properti di Depok sebagai Orang Asing

Cara Membeli Properti di Depok sebagai Orang Asing

Selama bertahun-tahun, tanah di Indonesia hanya bisa dimiliki oleh warga negara Indonesia. Ini dengan efektif membuat Anda (sebagai orang asing) tidak bisa membeli rumah di Indonesia secara legal. Namun, pemberlakuan undang-undang baru di akhir tahun 90an mengijikan orang asing untuk membeli ruang kantor dan apartemen hanya jika bangunan menggunakan status strata title. Ini berarti bahwa orang asing hanya dapat memiliki ruang kantor atau apartemen tetapi tidak dengan tanahnya.

UU yang disahkan pada tahun 2010 dan 2015 membuat Anda lebih mudah untuk menyewa tanah selama 70 tahun, namun pelaksanaan, penafsiran dan keterangan hukum belum jelas. UU tahun 1960 No. 5, UU Agraria Indonesia, mengatur kepemilikan tanah Indonesia. Di dalamnya, ada kategori kepemilikan tanah yang disebut “Hak Pakai,” yang berarti hak untuk menggunakan atau membangun di atas tanah tersebut. Menurut hukum, orang asing hanya dapat membeli rumah atau tanah di bawah judul Hak Pakai.

Membeli Apartemen di bawah Strata Title

Kepemilikan apartemen sangat mungkin terjadi melalui akta strata title, tetapi Anda harus berhati-hati karena Anda berurusan dengan peraturan dan undang-undang untuk memastikan bahwa kepemilikan apartemen di sebuah gedung bertingkat tinggi aman. Menurut peraturan tahun 1996, orang asing yang berada di Indonesia atau sering berkunjung untuk tujuan bisnis dapat membeli kondominium, apartemen atau rumah selama itu bukan bagian dari pembangunan perumahan bersubsidi pemerintah. Tapi orang asing hanya bisa memegang akta hak pakai (penggunaan lahan) di mana mereka hanya bisa melakukan pembangunan di bawah title hak guna bangunan. Hal ini tidak memungkinkan seorang individu untuk memiliki akta penggunaan lahan untuk sub-unit milik akta hak guna bangunan. Variasi panjang title juga bervariasi. Di sinilah masalah kepemilikan tidak jelas dan terletak berbagai kesulitan.

Ini berarti bahwa orang asing dapat menyewa (bukan milik sendiri) apartemen selama 80 tahun, namun bukan rumah yang berdiri bebas. Dalam jangka waktu 80 tahun, Anda diminta untuk secara berkala memperbaharui hak guna bangunana Anda. Periode Hak Pakai awal adalah 25 tahun, diperpanjang untuk tambahan 25 tahun dan akhirnya 30 tahun.

Perjanjian Sewa Convertible

Cara lain yang bisa Anda lakukan untuk membeli properti dengan semua ambiguitas hukum adalah dengan menandatangani perjanjian sewa convertible dengan kantor manajemen apartemen untuk membeli apartemen. Perjanjian ini mensyaratkan bahwa Anda dapat membeli apartemen, tapi title akan menjadi nama manajemen atau pengembang perusahaan, atau jika Anda memiliki nominee orang Indonesia. Jenis perjanjian sewa ditetapkan untuk jangka waktu tertentu.

Perjanjian Sewa Convertible menyatakan bahwa ketika hukum dan peraturan yang berlaku di Indonesia mengizinkan, penyewa akan menjadi pemilik sah dari strata atau title apartemen, baik penyewa dan lessor wajib menandatangani Akta Jual Beli dan title kemudian akan ditransfer ke pemilik asing – Anda.

Jika Anda ingin membeli sebuah kondominium di bawah jenis perjanjian ini, selidiki dengan sangat hati-hati perusahaan manajemen properti yang ingin Anda gunakan. Tekanan ekonomi saat ini membuat banyak pengembang menunda atau membatalkan pembangunan pada banyak properti. Miliki pengacara bonafit untuk membaca dengan teliti melalui kontrak Anda untuk memastikan bahwa semua implikasi hukum cukup tertutup.

Perhatikan bahwa di bawah Perjanjian Sewa  Convertible Anda berada di bawah belas kasihan dari pihak yang ditunjuk dan jika mereka berubah pikiran, Anda tidak memiliki banyak bukti untuk menuntut mereka secara hukum karena perjanjian antara ekspat dan pihak Indonesia yang ditunjuk bukanlah dokumen hukum yang benar. Sebaliknya, ingatlah bahwa Anda berhak menggunakan Hak Pakai sebagai orang asing dan selalu periksa dokumen status properti dengan teliti dari pengembang apartemen untuk memastikan bahwa nama Anda tercantum dalam title.

Jika pengembang tidak mampu menyediakan dokumen Hak Pakai dengan nama Anda di atasnya, hal ini sangat mungkin bahwa mereka tidak memiliki title hak bangunan. Dalam kasus ini, jangan membeli properti apapun.

Pembelian Properti oleh Pasangan Ekspat-Indonesia

Selama persiapan membentu keluarga antara orang Indonesia dan ekspat, langkah terpenting adalah melakukan penandatanganan perjanjian pranikah untuk pemisahan properti. Bila Anda memiliki perjanjian ini, itu berarti bahwa Anda secara hukum dapat membeli real estate sebagai pasangan. Perjanjian tersebut harus ditandatangani sebelum Anda menikah.

Hukum Indonesia mengakui bahwa properti dimiliki bersama setelah menikah, kecuali di hadapan perjanjian pranikah, hal ini berarti bahwa properti di bawah pasangan Indonesia juga menjadi milik pasangan asing, dan ini adalah ilegal menurut UU Pokok Agraria. Ini berarti bahwa properti harus dijual dalam waktu satu tahun setelah menikah kepada orang asing atau secara efektif dikonversi dari title Hak Milik (hak kepemilikan) ke Hak Pakai (hak untuk menggunakan). Hal ini akan mengurangi nilai.

Menggunakan Teman Indonesia (nominee) untuk Memegang Title Anda

Cara lain untuk menemukan dan membeli sebuah rumah murah di Depok melalui Rumah sebagai orang asing adalah dengan membayar properti tetapi menempatkan title atas nama warga negara Indonesia. Tak perlu dikatakan, ini haruslah seseorang yang benar-benar Anda percaya, tetapi di bawah hukum, orang ini akan dianggap sebagai pemilik sah rumah, meskipun ada kesepakatan tertulis atau verbal antara Anda berdua. Banyak pengacara akan mencegah Anda memiliki jenis pengaturan ini karena tidak ada dokumen hukum yang menunjukkan bahwa properti tersebut  dimiliki oleh Anda. Sebenarnya, menggunakan nominee untuk menyembunyikan kepemilikan properti asing dianggap ilegal di Indonesia. Jika menjadi masalah, pemerintah dapat merebut tanah dan kepemilikan ditransfer ke negara.

Kesimpulan

Kesimpulannya, selama properti yang menarik minat Anda bukan merupakan bagian dari proyek perumahan bersubsidi pemerintah, orang asing bisa berinvestasi di real estat perumahan dan komersial. Namun, cara yang paling umum bagi orang asing untuk memiliki real estate di Depok adalah melalui perjanjian sewa guna usaha berdasarkan judul Hak Pakai. Sertifikat tanah Hak Milik dan Hak Guna Bangunan lebih menguntungkan, namun sertifikat ini tidak tersedia untuk orang asing yang berinvestasi sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.