Coba Tips Berikut jika Pengajuan Pinjaman atau Kartu Kredit Ditolak

konsultasi Hutang dari amalan.id

Bingung saat pinjaman ke bank ditolak? Atau berkali-kali ditolak saat mengajukan kartu kredit? Salah satu penyebab utama kegagalan mendapatkan pinjaman atau mengajukan kartu kredit adalah riwayat pembayaran utang kepada bank yang tidak begitu baik di masa lalu.

Bank bisa mengetahui riwayat pembayaran utang Anda melalui sistem Informasi Debitur Individual (IDI) Historis. Sebelum mengajukan pinjaman atau kartu kredit, sebaiknya ketahui lebih jauh tentang IDI Historis. Ini agar Anda tahu apa yang harus dilakukan untuk dapat kembali mendapatkan pinjaman dari bank.

Lebih Jauh tentang IDI Historis

IDI Historis adalah keseluruhan data informasi mengenai debitur yang dikumpulkan Biro Informasi Kredit di bawah naungan Bank Indonesia. Setiap rekam jejak pembayaran kredit atau utang selama 24 bulan terakhir, tercatat di sini. Jika bank tempat Anda mengajukan utang atau kartu kredit melihat ada masalah dalam riwayat pembayaran, kepercayaan dari bank akan hilang sehingga Anda tidak mendapatkan pinjaman. Sebaliknya, jika Anda memiliki riwayat laporan yang bagus, bank tidak segan memberikan pinjaman atau mengabulkan kartu kredit yang diinginkan.

Mengecek IDI Historis Pribadi

Anda dapat mengecek riwayat IDI Historis sebelum mengajukan pinjaman. Ada beberapa alternatif tempat mengajukan permintaan riwayat IDI Historis. Anda dapat mengajukan riwayat IDI Historis melalui lembaga keuangan seperti bank yang merupakan anggota Biro Informasi Kredit. Kedua, Anda bisa langsung mendatangi Gerai Info Bank Indonesia atau kantor Bank Indonesia setempat. Cara ketiga adalah mengisi formulir online di situs resmi Bank Indonesia.

Persyaratan Mengajukan IDI Historis

Untuk mengajukan riwayat IDI Historis cukup mudah. Anda hanya perlu menyerahkan fotokopi identitas asli atau Kartu Tanda Penduduk/KTP atau Kartu Izin Tinggal Sementara/KITAS.

Jika Anda ingin mengajukan IDI Historis untuk perusahaan/badan usaha, berikut beberapa dokumen yang harus disertakan:

  1. Fotokopi akta pendirian perusahaan dan perubahan anggaran dasar terakhir yang memuat susunan pengurus
  2. Fotokopi identitas diri pengurus yang mengajukan permintaan IDI Historis
  3. Akta pendirian perusahaan asli atau yang telah dilegalisir
  4. Identitas asli pengurus yang mengajukan permohonan IDI Historis
  5. Jika pengajuan IDI Historis diwakilkan ke pihak di luar perusahaan, wajib menyertakan surat kuasa

Jika Anda mengalami kesulitan dalam melunasi utang, coba gunakan layanan konsultasi Hutang dari amalan.id. Layanan konsultasi utang tersebut akan mendampingi Anda dalam proses melunasi utang hingga mendapatkan surat pelunasan utang.

 

Reference:

amalan.id/seri-pendidikan-mulailah-baru/2016/1/4/bagian-3-pengajuan-kredit-anda-ditolak-mungkin-ini-alasannya

Additional Source:

bi.go.id/id/perbankan/biro-informasi-kredit/permintaan-idi-historis/formulir/Contents/Default.aspx

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.