Kerabat Jauh Tiba-Tiba Bertandang? Sasa santan kelapa solusinya

Kerabat Jauh Tiba-Tiba Bertandang? Sasa santan kelapa solusinya

Saya masih ingat pengalaman awal pekan yang lalu. Saat itu tanpa ada komunikasi sebelumnya, tiba-tiba kerabat dari luar pulau sudah berjalan menuju ke rumah saya. Katanya untuk kejutan. Saya langsung gelagapan. Ya, apalagi kalau bukan masalah hidangan untuk mereka. Untungnya di dapur sudah sedia Sasa santan kelapa. Hati saya lebih tenang ketika mau bikin masakan apa pun.

Sudah menjadi tradisi orang Indonesia kalau ada tamu itu harus disuguh. Minimal dengan air putih sekadarnya. Tapi masa iya sih, tamu kerabat dari jauh disuguh pakai air putih saja? Rasanya kurang etis. Sebagai tuan rumah yang ingin tampil selalu baik, saya langsung ajak mereka masuk. Saya minta suami saya untuk menemani ngobrol semantara saya langsung bertapa di dapur.

Di dapur saya cukup sibuk. Apalagi tidak ada persediaan makanan ringan untuk teman mengobrol. Alhasil, saya langsung inisiatif bikin masakan sayur kentang campur tempe. Tapi kemudian saya hitung-hitung lagi. Rupanya kerabat yang datang berjumlah 7 orang. Kalau saya tumis kentang dan tempe itu pasti langsung habis.

Dengan sigap saya buka lemari dapur. Saya keluarkan santan kelapa produk Sasa yang sudah menjadi sahabat dapur saya. Hanya dalam waktu singkat saya sudah membuat masakan dengan rasa yang tak kalah nikmat dari masakan bersantan hasil perasan kelapa langsung. Mereka saja bisa bikin kejutan, masa saya tidak bisa.

Kalau dihitung-hitung hanya beberapa belas menit saja. Tentu saja sangat  menghemat waktu dibandingkan ketika saya memarut kelapa secara manual. Belum lagi dalam kondisi yang serba terdesak. Kalau terburu-buru biasanya masakan saya kurang nikmat. Rata-rata para tamu memandang saya heran. Kalau suami saya mah sudah biasa.

Saya sudah bisa menebak pertanyaan macam apa yang berkelebat di pikiran mereka. “Kok masaknya cepet banget?” Mungkin mereka bertanya-tanya begitu. Suguhan makanan berat sungguh bisa merampingkan uang yang biasa dipakai untuk beli makanan ringan. Di situlah saya merasa bahagia berlipat-lipat.

Saya tidak mau mengulangi kejadian yang pernah bikin malu. Setidaknya buat pelajaran hidup. Tahun lalu kejadian yang sama pernah terjadi. Entah kenapa kerabat saya yang dari Pulau Sumatera itu suka sekali iseng. Padahal kabar-kabar sebentar lewat SMS kan bisa. Sayangnya kejutan seperti itu selalu bikin saya dan suami selalu terkejut.

Tahun lalu kan belum ada santan kelapa cair yang diproduksi oleh Sasa. Ketika mereka datang, saya hanya gelagapan. Ketika saya kepergok pergi ke warung mau beli makanan dan snack langsung dicegah mereka. Malunya, mereka malah memberi uang pada saya buat beli makanan ringan. Tuan rumah yang tak patut dicontoh, kan?

Saya beruntung berada di zaman evolusi santan kelapa yang diusung oleh Sasa. Lebih beruntung lagi karena di dalamnya tidak ada bahan pengawet. Begitu hasil tumisan matang, santan langsung bisa dituang. Saya hanya perlu memanaskan sebentar saja soalnya dasarnya kan santan dari Sasa ini sudah matang. Tak perlu dimasak lagi.

Coba kalau tidak ada santan kelapa cair ini. Begitu kerabat datang, saya bisa-bisa mengalami kejadian yang sama dengan tahun lalu. Soalnya kalau dihitung secara pasti, kerabat saya yang dari Sumatera itu selalu berkunjung sekali dalam setahun. Mengenai tanggal dan bulannya tidak tentu. Apakah Anda pernah mengalami hal yang sama?

Oleh karena itu, selalu sedia Sasa Santan, Aslinya Santan ya di rumah. Karena dengan itu, kita bisa memasak apa saja secara praktis dan mudah. Terlebih dengan rasanya yang lezat dan alami menjadikan kita bisa memasak apa saja secara mudah.

Tinggalkan Komentar Anda di Sini