Pemberdayaan UKM di Indonesia untuk Perekonomian Negara yang Lebih Maju

Pemberdayaan UKM di Indonesia untuk Perekonomian Negara yang Lebih Maju

Perkembangan ekonomi di Indonesia belakangan ini tak lepas dari aktivitas UKM yang semakin hari semakin kreatif dan inovatif. Mengutip data Kementerian Koperasi dan UKM, kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 61% terdiri dari usaha mikro 30,3%, usaha kecil 12,8%, dan usaha menengah 14,5% keberadaan UKM terbukti mampu bertahan dan menjadi penggerak ekonomi[1]. Maka, pemberdayaan UKM di Indonesia perlu dilakukan agar masyarakat yang baru atau sudah lama memiliki UKM dapat menjalankan usahanya sehingga dapat membantu meningkatkan ekonomi bangsa.

Banyak pihak turut berperan demi menyukseskan kegiatan pemberdayaan UKM di Indonesia, mulai dari pemerintahan, Badan Usaha Miliki Negara (BUMN), hingga pihak swasta. Bank Indonesia, membantu pengembangan UKM dalam bentuk berbagai kegiatan pelatihan kepada petugas bank, penelitian dan penyediaan informasi mengenai UKM. Ada juga program Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB) dari Bank Indonesia yang dimaksudkan sebagai pendampingan manajerial di bidang keuangan, pemasaran, pengelolaan serta administrasi UKM. Untuk lebih jelas mengenai program-program pemerintahan dalam mendukung pemberdayaan UKM, dapat dilihat di informasi berikut ini:

  1. Kredit Usaha Rakyat (KUR)
  2. Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE), yang merupakan kredit investasi atau modal kerja yang diberikan dalam mendukung program ketahanan pangan, dan diberikan melalui kelompok tani atau koperasi.
  3. Program Usaha Agrobisnis Pertanian (PUAP), yang merupakan bantuan modal usaha untuk petani anggota, baik petani pemilik, petani penggarap, buruh tani maupun rumah tangga tani yang dikoordinasikan oleh gabungan kelompok tani (Gapoktan).
  4. Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS) dalam bidang peternakan sapi.
  5. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM).

Di samping itu, BUMN juga memiliki Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), dengan menggunakan 2,5% dari labanya yang difokuskan untuk pemberdayaan UKM. Program ini beragam bentuknya, mulai dari seminar, workshop, hingga pelatihan yang turun langsung ke lapangan.

Tidak ketinggalan juga, perusahaan-perusahaan besar swasta juga turut membantu untuk memberdayakan UKM dengan berbagai cara, mulai dari pembinaan manajemen hingga berbagai kegiatan untuk pemasaran produk UKM yang bisa jadi sejalan dengan visi atau misi perusahaan tersebut.

Adakah Anda di sini yang sedang mengikuti program-program pelatihan UKM dari pemerintah, BUMN, atau dari pihak swasta? Mari share pengalaman Anda! 🙂

Sumber:

http://ekonomi.metrotvnews.com/mikro/ObzWV8dk-menaikkan-kelas-umkm-demi-perekonomian-indonesia

Tinggalkan Komentar Anda di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.